Udah lama banget nih enggak
posting, saking lamanya sampai aku sendiri aja lupa kalo aku punya blog ini.
Berhubung udah lama aku mau cerita aja deh akhir-akhir ini aku lagi tertarik
sama yang namanya bermain saham (jual-beli), trading gitu. Awalnya sih Cuma
iseng tertarik sama temen yang emang udah masuk ke dalam dunia perpasarmodalan
saking tertarik dan penasaranya akhirnya aku ikutan belajar dan tuh coba-coba
main simulasi-simulasinya eh ternyata asik juga kayaknya bisa nih buat
diseriusin siapa tau jadi kerjaan, cukup menguntungkan juga sih.
Apasih Itu Pasar
Modal?
Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan
dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya,
seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan
sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak
sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusipemerintah
melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi,
saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976),
adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan
"kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan
riil ekonomi secara keseluruhan.
Para Pelaku di Pasar
Modal
Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan
lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi antara pemain
utama sebagai berikut:
1.
Emiten
Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat
berharga atau melakukan emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi,
para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam
rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :
Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para
investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau
kapasitas produksi.
Memperbaiki
struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari
pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.
2.
Investor
Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di
perusahaan yang melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat
berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis
tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten
dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
Memperoleh
deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang
dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
Kepemilikan
perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan
(menguasai) perusahaan.
Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga
tinggi, pengharapannya adalah pada saham yang benar-benar dapat menaikkan
keuntungannya dari jual beli sahamnya.
3.
Lembaga Penunjang
Fungsi lembaga penunjang antara lain turut serta
mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun
investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal.
4.
Penjamin emisi (underwriter).
Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai
batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
5.
Perantara perdagangan efek (broker/
pialang)
Perantaraan dalam jual beli efek, yaitu perantara
antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh broker antara lain meliputi:
·
Memberikan informasi
tentang emiten
·
Melakukan
penjualan efek kepada investor
6.
Perdagangan efek (dealer)
Berfungsi sebagai:
·
Pedagang
dalam jual beli efek
·
Sebagai
perantara dalam jual beli efek
7.
Penanggung (guarantor)
Lembaga penengah antara pemberi kepercayaan dengan penerima
kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.
8.
Wali amanat (trustee)
Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si
pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi:
·
Menilai
kekayaan emiten
·
Menganalisis
kemampuan emiten
·
Melakukan
pengawasan dan perkembangan emiten
·
Memberi
nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan emiten
·
Memonitor
pembayaran bunga dan pokok obligasi
·
Bertindak
sebagai agen pembayaran
9.
Perusahaan surat berharga (securities
company)
Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat berharga
yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga antara
lain :
·
Sebagai
pedagang efek
·
Penjamin
emisi
·
Perantara
perdagangan efek
·
Pengelola
dana
10.
Perusahaan pengelola dana (investment
company)
Mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan
sesuai dengan keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola
dana dan penyimpan dana.
11.
Kantor administrasi efek.
Kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam
rangka memperlancar administrasinya.
·
Membantu
emiten dalam rangka emisi
·
Melaksanakan
kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para investor
·
Membantu
menyusun daftar pemegang saham
·
Mempersiapkan
koresponden emiten kepada para pemegang saham
·
Membuat laporan-laporan
yang diperlukan
Terus
Apa itu saham?
Saham dapat didefinisikan tanda
penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau
perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa
pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat
berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan
yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5).
Sebuah perusahaan go public dengan
menerbitkan saham melalui proses IPO (Initial Public Offering). Dengan
menerbitkan saham, yang berarti menjual sebagian kepemilikan perusahaan kepada
publik, perusahaan mendapatkan dana segar yang dapat digunakan untuk tujuan
ekspansi, operasional, atau yang lainnya. Dengan menerbitkan saham, nilai
sebuah perusahaan menjadi lebih mudah untuk di ukur.
Keuntungan yang ditawarkan dari saham
adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih dari harga beli
dan harga jual. Ketika seseorang berhasil menjual saham di harga yang lebih
tinggi dari harga belinya, maka orang tersebut mendapatkan keuntungan dari
capital gain. Sedangkan dividen adalah pembagian sebagian atau keseluruhan
keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan kepada pemegang saham. Biasanya
dividen dibagikan tiap periode tertentu misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau 1
tahun.
Ada
beberapa sudut pandang untuk membedakan saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001:
6) :
1. Ditinjau dari
segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a)
Saham
Biasa (common stock)
Mewakili klaim
kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan Pemegang saham
biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut,
kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi
pada saham tersebut.
b)
Saham
Preferen (Preferred Stock)
Saham yang
memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa
menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak
mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor. Serupa saham biasa
karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo
yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar deviden. Persamaannya
dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya
tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat
dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
1.
Saham
Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Pada saham
tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu
investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut,
maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
2.
Saham
Atas Nama (Registered Stocks)
Merupakan saham
yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya
harus melalui prosedur tertentu.
3.
Ditinjau dari
kinerja perdagangan
a)
Blue
– Chip Stocks
Saham biasa dari
suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri
sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
b)
Income
Stocks
Saham dari suatu
emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata
dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya
mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan
dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan
potensi.
c)
Growth
Stocks (Well - Known)
Saham – saham
dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di
industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
d)
(Lesser
- Known)
Saham dari
emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock.
Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
e)
Speculative
Stock
Saham suatu
perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun
ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang,
meskipun belum pasti.
f)
Counter
Cyclical Stockss
Saham yang tidak
terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
Pada saat resesi
ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan
dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh
penghasilan yang tinggi pada masa resesi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar